
PELAKSANAAN
Hari : Rabu-Kamis
Tanggal : 18-19 Desember 2024
Jam : 08.00 – selesai
Tempat : Gedung Utara MI Darun Najah
Syarat & Ketentuan Umum
- Dilaksanakan secara offline di gedung utara MI Darun Najah Kletek
- Diikuti oleh siswa-siswi MI Darun Najah Kletek kelas 1 s.d kelas 5
- Peserta mengisi formulir pendaftaran secara offline melalui wali kelas masing-masing.
- Siswa mengikuti maksimal 3 jenis lomba
- Setiap jenis lomba diikuti oleh kategori putra dan putri.
- Peserta tampil sesuai dengan nomor undian
- Peserta berseragam sekolah
- Peserta mengikuti ketentuan dan peraturan lomba.
- Hasil keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Kejuaraan dan Penghargaan
- Setiap jenis lomba diambil juara 1, 2 dan 3 untuk setiap masing-masing kategori putra dan putri
- Pemenang lomba akan mendapatkan sertifikat penghargaan, tropi dan bingkisan.
MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an)
Kriteria Penilaian:
1. Lagu dan suara
2. Tajwid
3. Makhorijul Huruf/fashohah
4. Adab/kesopanan
Ketentuan Lomba:
1. Durasi lomba maksimal 5 menit.
2. Penampilan peserta sesuai demgan nomor undian
3. Maqro’ yang dibaca peserta bebas
4. Tanpa mengucap salam
5. Indikator lomba: 1 ketukan awal persiapan untuk mengakhiri bacaan, 2 ketukan selanjutnya peserta mengakhiri bacaan.
TAHFIDZ JUZ 30
Kriteria Penilaian:
1. Tahfidz
2. Tajwid
3. Fashohah
4. Lagu dan suara
Ketentuan Lomba:
1. Tanpa mengucapkan salam
2. Maqro’ yang dibaca adalah juz 30
3. Maqro’ diambil bersamaan dengan pemanggilan peserta
4. Peserta melanjutkan bacaan juri sesuai maqro’ yang diambil.
PILDACIL (BAHASA INDONESIA, BAHASA ARAB ATAU BAHASA INGGRIS)
1. Peserta memilih jenis pildacil (B.Indonesia, B.Arab atau B.Inggris)
2. Peserta memilih salah satu tema yang ditentukan
3. Peserta boleh membuat sendiri materi pildacil yang dibawakan atau menggunakan teks yang disediakan sekolah.
4. Peserta tidak diperbolehkan membawa teks atau catatan dalam bentuk apapun.
5. Peserta membawakan pildacil dalam bahasa Indonesia, bahasa Arab atau bahasa Inggris
Tema pildacil:
1. Pendidikan Karakter di Madrasah menjadi Pondadi Moderasi Beragama
2. Pendidikan di Madrasah mewujudkan Islam yang damai
3. Keragaman Budaya menjadi Kekuatan Bangsa Indonesia
LOMBA MENYANYI LAGU ISLAMI
Kriteria Penilaian:
1. Kualitas vokal
2. Harmonisasi
3. Penjiwaan
4. Teknik menyanyi
5. Improvisasi
6. Penampilan
Ketentuan lomba:
1. Peserta memilih salah satu judul lagu yang sudah ditentukan.
2. Peserta mengikuti instrumen lagu yang disediakan panitia.
3. Tanpa mengucapkan salam
Lagu yang dilombakan:
1. La ilaha illa Allah – Ai Khadijah
2. Al-Hijrotu – Nissa Sabyan
3. Assholatu alannabi – Nissa Sabyan
4. Ilaahana ya ilahana
5. Sholawat Jibril
PUISI
Kriteria Lomba:
1. Ekspresi/ penghayatan
2. Teknik vokal (intonasi, artikulasi, aksentuasi)
3. Gaya/ penampilan
Ketentuan Lomba:
1. Peserta memilih salah satu judul puisi yang ditentukan
2. Tanpa mengucap salam
3. Peserta boleh membawa teks puisi yang dibacakan.
Judul puisi yang dibaca:
1. Ibu karya Mustofa Bisri
2. Kita adalah Pemilik Sah Republik karya Taufik Ismail
3. Pesona Alam Hijau karya Faozan Tri Nugroho
4. Kerendahan Hati karya Taufik Ismail.
Share:
Berita Terbaru

Perdana: Tim Banjari MI Darun Najah Tampil di Ajang Festival Se-Gerbangkertasusila
Setelah bergulir lebih dari 3 bulan, selain telah memiliki keterampilan untuk memimpin pembacaan sholawat pada even-even tertentu di madrasah, tim ekstrakurikuler banjari MI Darun Najah Kletek kali ini ingin mencoba nuansa baru dengan mengikuti Festival Banjari, tepatnya yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Jabal Noer. Festival Banjari ini dilaksanakan pada hari Ahad (18/01) dan bertempat di auditorium Pondok Pesantren Jabal Noer Geluran, Taman, Sidoarjo dengan peserta tingkat SD/MI se-gerbangkartasusila. Festival dalam rangka memperingati harlah ke-31 Ponpes Jabal Noer ini, menjadi festival banjari pertama yang diikuti oleh Tim Banjari MI Darun Najah, dimana proses pembentukan tim sendiri, dilalui melalui beberapa tahapan seleksi, yakni mulai dari 60 anak, kemudian mengerucut menjadi 25 anak, dan berakhir sebanyak 10 anak, dengan komposisi 5 vokal dan 5 penabuh. Agenda Festival Banjari ini, diharapkan menjadi momentum bagi murid MI Darun Najah guna menjadi insan yang lebih terampil dalam melantunkan pembacaan Sholawat kepada Baginda Muhammad SAW.

Peringatan Isra Mi’raj: Momen Refleksi Murid Untuk Menyempurnakan Sholat
Jumat pagi (16/01) sebelum pukul 07.00, terlihat telah banyak murid yang hadir di halaman sekolah menggunakan baju kokoh, untuk mempersiapkan diri mengikuti kegiatan peringatan Isra Miraj 1447 H di MI Darun Najah Kletek. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid mulai dari kelas 1-6 dan dilaksanakan di halaman gedung utara MI Darun Najah Kletek. Kegiatan peringatan Isra Miraj tahun ini dikemas berbeda dengan tahun-tahun lalu, dimana pada tahun ini, selain agenda pembacaan sholawat nabi dan kirim doa, juga dilaksankan agenda refleksi terhadap peristiwa Isra miraj yang pada kesempatan kali ini diisi oleh Ustadz H. Abdulloh Humaedy, S.Ag, M.Pd. dari Sidoarjo. Pada salah satu agenda tahunan sekolah tersebut, Abah Edi menuturkan bahwa Sholat adalah inti dari segala amal yang dilaksanakan oleh umat Nabi Muhammad, dengan kata lain, kalau ingin menjadi orang yang baik dan selamat, maka yang paling utama harus diperbaiki adalah Ibadah sholatnya terlebih dahulu. Selain agenda peringatan Isra Miraj, juga dilaksanakan kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana alam di Aceh dan Sumatera. Pada agenda tersebut telah terkumpul dana donasi sebesar Rp 3.010.000, yang nantinya, dana donasi akan disalurkan melalui LAZISNU MWC NU Taman. Selanjutnya kegiatan ditutup dengan pembagian snack dan doa bersama. Semoga dengan adanya agenda kali ini, dapat semakin meningkatkan kualitas ibadah sholat seluruh murid MI Darun Najah Kletek.

Rihlah Ziarah Wali 8: Perjalanan Spritiual Kelas Akhir MI Darun Najah Kletek
Terbenamnya matahari di tanggal 14 Desember 2025, tidak menyurutkan semangat dari siswa-siswi kelas 6 – MI Darun Najah Kletek, untuk melaksanakan Rihlah Ziarah Wali 8 yang sudah diagendakan sejak awal semester lalu. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh siswa-siswi kelas akhir MI Darun Najah Kletek. Pada tahun 2025 ini, kegiatan ini diikuti oleh 68 peserta dengan jumlah tujuan yakni 12 tujuan, mulai dari tanggal 14-16 Desember 2025. Adapun tujuan dari kegiatan Rihlah Ziaroh Wali 8 ini adalah: Rombongan ziaroh sendiri, berangkat pada Ahad (14/12) bada maghrib dengan tujuan awal adalah Sunan Ampel Surabaya, dan dilanjutkan dengan beberapa tujuan yang ada di kota di Jawa Timur hingga subuh dini hari. Rombongan istirahat, sarapan, dan bersih-bersih diri sejenak di Masjid Agung Tuban dan pada Senin paginya, dilanjutkan dengan perjalanan menuju ke Sunan Muria, Sunan Kudus, dan Sunan Kalijaga. Pada Senin malam, rombongan menginap di area parkir bus makam Syekh Hasan Munadi di wilayah Ungaran, Semarang. Kegiatan di hari terakhir diisi dengan rihlah ke sendang thoyyibah, dan dilanjutkan dengan bersenang-senang ke Taman Wisata Kyai Langgeng, Magelang, dan destinasi terakhir yakni destinasi paling fenomenal: Malioboro. Rombongan sampai kembali di sekolah pada Rabu (17/01) dini hari pukul 01.00 dengan kondisi sehat dan selamat. Semoga rihlah di tahun ini dapat menjadi pembelajaran berharga dan sebagai salah satu sarana tabarrukan bagi rombongan, baik untuk anak-anak maupun dewan guru sendiri.

Uji Praktek Ibadah: Wajah Standarisasi Baru dalam Beribadah di MI Darun Najah
Selepas kegiatan Sumatif Akhir Semester (SAS) Ganjil tahun pelajaran 2025/2026 yang dilaksanakan selama 7 hari, MI Darun Najah menggelar Uji Praktek Ibadah yang dilaksanakan serentak mulai dari kelas 1-6 pada 09 Desember 2025. Uji Praktek Ibadah pada kali ini berpusat pada keshahihan siswa/siswi dalam melaksanakan rukun islam yang kedua, yakni Sholat. Seluruh murid diuji, dinilai, dan dievaluasi rangkaian pelaksanaan sholatnya, mulai dari rukun qouliyab maupun rukun fi’liyah, yang tentunya dengan bobot yang beragam pada setiap jenjangnya. Uji Praktek Ibadah yang digagas mulai tahuj pelajaran ini, diharapkan mampu menjadi standarisasi bagi seluruh murid MI Darun Najah, sehingga rangkaian ibadah harian yang dilaksanakan, dapat tergolong sebagai ibadah yang sah secara hukum Fiqh.